Selasa, 09 Juni 2015



BUKU

IDENTIFIKASI LAMUN





Disusun Oleh:
 
Alfiansyah kahar
0518 13 11 026





PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN


FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE

2015


JENIS-JENIS LAMUN SERTA SUBSTRATNYA


1. Cymodocea rotundata
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEAROJ308KnPxidetuGR6bFQc6RVyYBxicr-9IEJNPPe7lPA4cgPbp54h_cbd4u8WN8eAFwtlkJNyrfxxyVyMDp1BV0ynozQr4Z5nxVjVZu91Ae9JmLG-E3xr2PgylO18xod0plmwFaRCL/s1600/c+rotundata.jpg


Klasifikasi:
Kingdom: Plantae
Divisi : Antophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Helobiae
Famili : Potamogetonaceae
Genus : Cymodocea
Spesies: Cymodocea rotundata
  • Cymodocea rotundata Terdapat di daerah intertidal, umumnya dijumpai di daerah intertidal didekat hutan mangrove.
  • Ciri – ciri morfologi dari Cymodocea rotundata adalah :
1.      Tepi daun halus atau licin, tidak bergerigi.
2.     
Akar pada tiap nodus terdiri dari 2 – 3 helai.
3.     
Akar tidak bercabang tidak punya rambut akar.
4.      Tulang daun sejajar.
5.      Jumlah tulang daun pada selembar daun adalah + 9 – 15 buah.
6.     
Lebar daun dari samping ke samping + 4 mm.
7.      Jarak antar nodus + 1 cm.
8.      Tiap nodus hanya ada satu tegakan.
9.      Tiap tegakan terdiri dari 3 – 4 helai daun (Nybakken, 1992).

     




2.  Cymodocea serrulata 
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh2s3P5EaEVMtlZoRYm-jgwKGrj9pJFQdBrhue2xEd9b9mZ_HFoGrel48tWCpb99zjBG0-2141U_9goM2-ga6kYtdQQQJ0imn6TWVexU47ait1DAebGsQ9DGY4J2056xVBNnNwSb7OVr5w2/s1600/c+serulata.jpg


Klasifikasi
Kingdom : Plantae 
Phylum/Division : Magnoliophyta 
Class : Liliopsida 
Order : Potamogetonales 
Family : Cymodoceaceae 
Genus : Cymodocea 
Species : serrulata 
Binomial Name : Cymodocea serrulata 

  • Cymodocea serrulata ; Terdapat di daerah intertidal, umumnya dijumpai di daerah intertidal didekat hutan mangrove.
  • Ciri – ciri morfologi dari Cymodocea serrulata adalah :
1.      Tepi daun bergerigi / seperti gergaji.
2.      Akar tiap nodus banyak dan bercabang.
3.     
Tulang daun sejajar.
4.      Lebar daun dari samping ke samping + 1 cm.
5.      Jarak antar nodus + 2 cm.
6.      Jumlah tulang daun pada sehelai daun antara 13 – 17 buah.
7.     
Tiap nodus hanya ada satu tegakan.
8.     
Satu tegakan terdiri dari 2 – 3 helai daun (Moriaty, 1989).










3.  Enhalus acoroides

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjajpHt7BHpX7pVTqNCptbPwB3sdCHqggVqNTZILl_J22ejv783vJuaAeHUoK1vNA0SNJ4sffOQc0xob8OTNi202jGxP58o4kjfZRlV5tEFN0YmUBhweVU2HCdDPygmHVlmskGhyphenhyphenhVug4RZ/s1600/enhalus+acoroides.jpg


Klasifikasi
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Liliopsida
Bangsa:Hydrocharitales
Suku:Hydrocharitaceae
Marga:Enhalus
Jenis:Enhalus acoroides
  • Enhalus acoroides ; Tumbuh pada substrat berlumpur dan perairan keruh, dapat membentuk jenis tunggal atau bahkan mendominasi komunitas padang lamun.
  • Ciri – ciri morfologi dari Enhalus acoroides adalah :
1.      Bentuk fisiknya paling besar dibanding spesies lamun yang lain.
2.      Daun berwarna hijau pekat.
3.      Daunnya panjang dan kebar seperti sabuk.
4.      Lebar daun + 3 cm.
5.      Panjang daun berkisar antara + 30 – 150 cm.
6.      Rimpangnya berdiameter lebih dari 1 cm (Moriaty, 1989)














      4. Halophila decipiens
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTE2N6oA1XXQcMZbqG4C5EZf6fLg2QdQPOiCSvSMkuWEQxR0qniHK7J5cFCvwuPTW9-EgwQCeSMKw_iKtfxRLLK9HF5kQyX6HadSLgsOqpJMwBgtyjHs7ktxj7_Dj8l5R6GLsaLQgpGMMd/s1600/h+decepients.jpg

Klasifikasi:
Kingdom: Plantae
Divisi : Antophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Helobiae
Famili : Potamogetonaceae
Genus : Halophila
Spesies : Halophila decipiens
  • Halodule pinifolia, H. decipiens, H. minor, H. Ovalis ; Pertumbuhannya cepat, dan merupakan jenis pionir. Umum dijumpai pada substrat berlumpur, dapat merupakan jenis yang dominan di daerah intertidal dan mampu tumbuh sampai kedalaman 25 meter.
  • Tulang daun tidak lebih dari 3-Ujung daun membulat, ujung sepertigergaji
 
















5. Halophila Minor
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7h9px0J6MNI-4qdTLHiOBoyDX6ycnY4yWNGzPIOS5t2ledwg5w_J5lHq018geEaekrcp8c-ZrLHZc1Ij_u1uzIr_9BnvOz9wNRGAU-AnrZTH9lGvdhEGJQWzGMaiQHkdPFEBC1xDE88nq/s1600/h+minor.jpg

Halophila Minor ; Pertumbuhannya cepat, dan merupakan jenis pionir. Umum dijumpai pada substrat berlumpur, dapat merupakan jenis yang dominan di daerah intertidal dan mampu tumbuh sampai kedalaman 25 meter.
























6. Halophila ovalis
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDMMjigDQtdwNUcVN13eYmWs3Vt2N2UnwDflqH4HdJGWXXSkiXJvW3umyRnNF_vsD1u2YzZ3aI6g13NxYO5oJJWMytDlAYgrJfbuZ1I3s7PMSbLzYWszV__8QUBMyEg1cR9rhtbwO-GFQv/s1600/Halophila-ovalis.jpg



Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Liliopsida
Ordo : Alismatales
Famili : Hydrocharitaceae
Genus : Halophila
Spesies : Halophila ovalis
  • Pertumbuhannya cepat, dan merupakan jenis pionir. Umum dijumpai pada substrat berlumpur, dapat merupakan jenis yang dominan di daerah intertidal dan mampu tumbuh sampai kedalaman 25 meter.
  • Ciri – ciri morfologi dari Halophila ovalis adalah :
1.      Tiap nodus terdiri dari 2 tegakan.
2.      Mempunyai akar tunggal di tiap nodus.
3.      Tulang daun menyirip dan berjumlah + 10 – 25 pasang.
4.      Jarak antar nodus + 1,5 cm.
5.      Panjang helai daun + 10 – 40 mm.
6.      Panjang tangkai daun yaitu + 3 cm (Romimohtarto, 2001).

     











7. Halodule pinifolia
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBkNT1KYlQqhGtVMH9NRtqP9yb2tN2LJXOcQ-r-2Tia3DAxeRm1GQi2KSprfAWbw7mjkOx8qilHwexHQu_0zwElbns41flgVllRBDDrkW75sikZBF_OGnaiBBXO1KVniDPmwQfM_8cdSAl/s1600/h+pinifolia.jpg


Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Antophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Helobiae
Famili : Potamogetonaceae
Genus : Halodule
Spesies : Halodule pinifolia
  • Halodule pinifolia ; Pertumbuhannya cepat, dan merupakan jenis pionir. Umum dijumpai pada substrat berlumpur, dapat merupakan jenis yang dominan di daerah intertidal dan mampu tumbuh sampai kedalaman 25 meter.
  • Ciri-ciri :
    Tulang daun tidak lebih dari 3-Ujung daun membulat, ujung sepertigergaji
 









8. Halophila spinulosa
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjj1dcdtMMczJYOaYKxO1V1JMR_ETzHOg86AlNF8sfc-abbsNfiduKOtkRG-ykSBzNt0QkmxiqfnfYF_epj7XlwlWdhvU-4ceZZ8PmhVJzJjEgDAey0vN2NVd2dEEzE30sXjfUUQEnO8spT/s1600/H+spinulosaaa.jpg

Klasifikasi:
Kingdom: Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Hydrocharitales
Famili : Hydrocharitaceae
Genus : Halophila
Spesies : Halophila spinulosa
  • Halodule spinulosa ; Membentuk padang lamun jenis tunggal pada rataan terumbu karang yang sudah rusak.

     













      9. Halodule uninervis

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfsHcpZYAGBOpyyyEbN2vq152A-d-vfRF02vf-SGeYcvQ0HSytMjI7MQP0IB7Je8GYiGLbA5TlfCDIAlspoAIQLXQcXo1fZJg8XpduEYOI8Ys0vp7kVX-1Y7yF3jOcwb295ELZohUDh2Km/s1600/halodule+uninervis.png

Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Antophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Helobiae
Famili : Potamogetonaceae
Genus : Halodule
Spesies : Halodule uninervis
  • Halodule univervis Membentuk padang lamun jenis tunggal pada rataan terumbu karang yang sudah rusak.
  • Ciri – ciri morfologi dari Halodule uninervis adalah :
1.      Tiap nodus hanya terdiri dari satu tegakan.
2.      Tiap tangkai daun terdiri dari 1 sampai 2 helai daun.
3.      Tiap nodus berakar tunggal dan banyak. Tidak bercabang.
4.      Rimpangnya berbuku – buku.
5.      Jarak antar nodus + 2 cm.
6.      Ujung daun merbentuk gelombang menyerupai huruf W (Nontji, 1993).















 10. Syringodium isoetifolium


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgSBagKcu14mpYgGnGcrz_upMCNvtQviWN86Z-g4T65wlbWpTp_5BVox1k2e7S4WV6cBJwtGRBxqsWBTUHHHzBH8xKbNsTrUgC7tV2vG9mOMYpgI4sgk9wjhYF8Ur2S2n_kM6fyE7MzNLOU/s1600/syringodium+iso.jpg

Klasifikasi:
      Kingdom : Plantae
Divisi : Antophyta
Kelas : Angiospermae
Ordo : Helobiae
Famili : Potamogetonaceae
Genus : Syringodium
Spesies: Syringodium isoetifolium
  • Syringodinium isoetifolium ; Umum di jumpai didaaerah subtidal dangkal dan berlumpur.
















11. Thalassodendron ciliatum
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAcRY9r0CDMhmIjgUxU3_B1Sr9tXd3mxg1W3loCQpRrsE8SUNh4zys_GrJhDMLwMkzzRcDlXUUTHXEcoNROsHG4yI75GxKkjYS5-j-sLkN04IhVz913lMUMkFz7bR8h6OXJHuaKE8435Wo/s1600/thallassodendron+cyliatum.png

  •  Klasifikasi:
Regnum : Plantae
Divisi : Magnolyophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Helobiae
Famili : Potamogetonaceae
Genus : Thalassodendron
Spesies : Thalassodendron ciliatum
·         Thalassodendron ciliatum ; Sering mendominasi daerah subtidal dan berasosiasi dengan terumbu karang.
·         Ciri-ciri :
Jumlah akar 1-5 dengan tebal 0,5-2
  

















12.  Thalassia hemprichii
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB8H2MO4t6rcQV5FxXmRf1DJ54cO52uMBTCQD-EFxjGWwpA_Y6tfReTQmrzA8hfChnwDctSBAi_RSGPtOMB6xAbp9xsWJoZ656etKHA7Wc3el0f6CWvyAodFWLzUGrid4Ohy7e9NEaq65i/s1600/T+himprichi.jpg

·         Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisi : Angiospermae
Kelas : Liliopsida
Ordo : Hydrocharitales
Famili : Hydrocharitaceae
Genus : Thalassia
Spesies : Thalassia hemprichi

·         Thalassia hemprichii ; Paling banyak di jumpai, biasa tumbuh dengan jenis lain dan dapat tumbuh hingga kedalaman 25 meter, sering di jumpai pada substrat berpasir.
·         Ciri-ciri morfologi dari Thalassia hemprichii adalah:
1.      Daun bercabang dua ( distichous ),
2.      Tidak terpisah,
3.      Akar tidak tertutupi dengan jaringan hitam, dengan serat – serat kasar.
4.      Rimpangnya berbuku – buku,
Panjang daun maksimal 8,5 cm, serta ujung daun membukit dan kasar.